P2H Kendaraan

Biaya operasional atau Running Account atau Running Cost atau Rp/KM sebuah kendaraan terbentuk dari total biaya yang digunakan kendaraan / alat berat tersebut dibagikan dengan jumlah KM terpakai dalam 1 periode waktu tertentu.

Running Cost

Apa saja komponen biaya yang membentuk running cost, sudah pernah saya bahas dalam artikel yang lain. Bisa dibaca disini : Menghitung Running Cost Kendaraan/Alat Berat di Perkebunan Sawit

Jika diurutkan, pengeluaran biaya terbesar pada sebuah kendaraan/alat berat adalah BBM (solar), kemudian baru sparepart (maintenance). Jika usia kendaraan kita sudah tua, mungkin komposisi ini bisa terbalik. Biaya sparepart lebih besar daripada biaya solar. Jika terjadi seperti ini, maka ada baikknya anda mulai berpikir untuk mengganti kendaraan/alat berat ini dengan yang baru.

Berapa besaran running cost standar untuk kendaraan dan alat berat. Saya juga sudah pernah membahasnya dalam artikel yang lain. Bisa dibaca disini : Daftar Running Account Kendaraan dan Alat Berat

Meng-efisiensikan biaya perbaikan kendaraan dan alat berat, bisa kita mulai dengan menjalankan P2H dengan disiplin. Untuk mendukung itu, tentu kita perlu sebuah form checklist P2H yang baik pula. Form ini akan memudahkan driver/operator untuk melakukan pengecekan.

URUTAN PENGECEKAN P2H

Form P2H
Form P2H
  1. Pagi hari sebelum menyalakan unit, sopir/operator melakukan pengecekan kelengkapan dan kesiapsediaan unit beroperasi mengikuti form P2H yang sudah disediakan. Cara mengisinya, jika item dalam check list itu baik, maka dicentang pada kolom baik. Jika rusak/ada gangguan, maka dicentang pada kolom tidak baik.
  2. Setelah melakukan pengecekan, sopir/operator menandatangani form tersebut dan menyerahkannya kepada asisten transport. Jika dinilai kendaraan layak operasi maka asisten akan menginstruksikan sopir/operator untuk mengoperasikan unitnya. Jika tidak layak operasi (misalnya, rem tdk baik, oli kurang, lampu tidak menyala), maka asisten transport akan membuat form perbaikan (work order) kemudian menyerahkannya kepada asisten workshop.
  3. Asisten workshop kemudian melanjutkan melakukan perbaikan dan permintaan part ke gudang sesuai dengan adminitrasi yang sudah ditentukan di workshop. Untuk alur administrasi di workshop, akan saya bahas nanti dalam artikel yang berbda biar tidak kepanjangan. Sekilas untuk bentuk form work order perbaikan kendaraan bisa dilihat di video youtube saya berikut.

Pengecekan dan Perawatan Harian (P2H) sudah terbukti ampuh untuk mereduksi biaya perbaikan kendaraan dan alat berat. Jika kita melakukan ini dengan konsisten dan disiplin maka kerusakan kerusakan kecil bisa kits deteksi sejak dini. Sehingga kerusakan unit yang fatal dan mendadak bisa kita cegah dari awal.

Baca juga : Form Work Order Maintenance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s