Menghasilkan Material Perkerasan Jalan dengan Hydraulic Breaker Excavator

hydraulic breakerBanyak jenis material yang bisa digunakan untuk perkerasan/penimbunan jalan. Setiap daerah mempunyai karakterisitik yang berbeda beda. Saat saya di papua, ada 2 jenis material yang umum digunakan untuk perkerasan jalan. Pertama adalah material sungai. Biasanya berupa kerikil (batu batu kecil). Kedua adalah material gunung. Bentuknya berupa batu kapur. Di Papua juga ada jenis laterit tetapi tidak banyak ditemukan.

Di kalimantan, material perkerasan jalan yang paling populer adalah tanah laterit. Warnanya merah. Semakin tua warnanya maka semakin bagus kualitasnya. Laterit tua juga biasanya memiliki gradasi batuan yang cukup banyak. Di beberapa tempat ditemukan juga material gunung menyerupai kerikil pecah. Ini saya temukan di kebun sawit saya di daerah Sukamara.

Pertanyaannya, bagaimana jika di lokasi kebun kita yang banyak adalah bongkahan batu batu besar ? Bisakah kita manfaatkan ?

Ya, tentu saja bisa. Ini sudah saya coba di salah satu kebun saya. Kita menggunakan chisel hydraulic breaker pada excavator. Attachment ini kita pasang menggantikan bucket yang ada. Harga attachment ini berkisar 400 jutaan.

Analisa produktifitas nya saya buat dalam tabel berikut.

hydraulic breaker

KEGUNAAN / PENGGUNAAN

Menghasilkan batu belah / kerikil untuk material perkerasan dengan menggunakan hydraulic breaker ini tentu biayanya jauh lebih mahal daripada langsung mengambil material siap pakai dari alam, seperti tanah laterit, kerikil sungai atau material tanah kapur dari gunung. Untuk itu penggunaanya harus diatur dengan sangat bijaksana.

Pada saat saya menggunakan material ini, ada dua cara yang saya lakukan.

Pertama, menggunakannya khusus pada saat hujan, pada spot spot di jalan yang lubangnya dalam dalam. Jika lubangnya cukup dalam dan parah maka dikasihkan batu yang besar besar dan disusun secara manual agar material tidak banyak terbuang. Setelah itu di padatkan menggunakan compactor. Saya sudah mencoab menghampar material ini dengan grader, hasilnya banyak material yang terbuang ke samping jalan.

Kedua. Batu belah hasil dipecah ini, dicampur dengan tanah biasa. Perbandingannya tergantung kita. Saya biasa menggunakan 1 : 3 (1 bucket batu belah : 3 bucket tanah). Material dicampur, kemudian baru dipalikasikan ke jalan yang rusak.

 

Baca juga : Penggunaan Alat Berat di Perkebunan Kelapa Sawit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s