Cost Reduction Program

Bahasan saya masih seputar efisiensi dan situasi harga sawit yang belum terlalu baik. Salah satu yang tidak kalah ngetren saat ini adalah CRP (Cost Reduction Program). Beberapa waktu terakhir ini memang ada trend harga CPO yang naik. Namun itu mungkin banyak dipengaruhi oleh stock yang mulai berkurang. Kita sulit memastikan harga akan stabil di level berapa. Harga diluar kendali kita. Kalau kata pimpinan saya, banyak banyak berdoa saja untuk masalah harga.

Cost Reduction Program

Yang bisa kita kendalikan untuk tetap survive ditengah situasi sawit yang lagi sulit ini adalah : PRODUKSI dan BIAYA. Produksi harus dimaksimalkan dan biaya harus diminimalkan.

Untuk menghadapi situasi yang sangat sulit ini, tentu saja pemangkasan biaya harus dilakukan dengan ekstrim, namun tetap tidak mempengaruhi produksi. Semua biaya yang tidak berdampak langsung terhadap produksi bisa dipending untuk sementara. Tujuannya hanya satu, yaitu biaya operasional harus tetap lebih rendah daripada biaya jual CPO.

Dalam Monthly Review kami minggu lalu, setiap kebun diwajibkan membuat plan CRP (Cost Reduction Program) untuk mengefesiensikan biaya operasional ini. Terutama pada Biaya Tetap (Fixed Cost). Ada beberapa yang sudah kami lakukan, al :

1. Pemanfaatan Kembali Angkong Bekas dengan Perbaikan Seperlunya. Untuk bahasan ini sudah saya jabarkan dalam tulisan saya sebelumnya : Efisiensi di Teknik : Perbaikan Angkong Rusak

2. Pergantian Pompa Air Diesel dengan Pompa Air Elektromotor. Untuk program ini, harus diperhatikan kapasitas genset kita. Ini juga untuk menyesuaikan dengan besaran elektromotor yang akan kita pesan. Dengan program ini, kebun saya bisa menghemat sekita 1.500 liter solar setiap bulan

Cost Reduction Program

3. Pengurangan Jam Operasi Genset. Ini juga opsi yang diambil saat ini. Berapa jam yang bisa dikurangi ? tergantung kebijakan masing masing. Di kebun saya, kami mengurangi 1 jam (05.30 – 06.30). Saat ini kebun kami belum ada PKS nya.

4. Pergantian Mesin Potong Rumput Solar dengan Mesin Potong Rumput Elektrik. Untuk bahasan ini bisa dibaca pada tulisan saya ini : (Modifikasi) Mesin Potong Rumput Bensin menjadi Tenaga Listrik

Cost Reduction Program

Itu untuk di area kerja teknik. Untuk area kerja agronomi dan administrasi, ada beberapa opsi juga yang bisa dijadikan CRP ini.

1. Mengatur hari kerja tenaga harian rawat tidak masuk full selama 1 minggu

2. Kerja bakti bersama (gemba) dalam 1 minggu minimal 2 kali. Apa yang dilakukan ? Bisa garuk piringan, bisa slashing, dongkel ataupun pruning sesuai dengan kebutuhan di afdeling yang akan dilakukan gemba.

3. Pengetatan MPP untuk tenaga selain panen. Artinya, jika ada karyawan keluar, tidak perlu rekrut baru untuk penggantinya. Misalnya kalau helper alat berat keluar (helper grader, excavator, dozer) sementara tdk peru diisi dulu. Biarkan operatornya main tunggal.

4. Beberapa perusahaan juga sudah mulai membatasi pemupukan. Rotasinya dikurangi.

5. Pengetatan alokasi solar untuk mobil mobil dinas dan mobil umum kantor.

Cost Reduction Program

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan. Ingat, ini adalah kebijakan yang harus kita ambil, bersifat sementara dalam keadaan yang sangat memaksa ini. Pilihannya memang antara pahit dan pahit sekali. Jika kita tetap mau survive melalui kondisi sulit ini maka CRP (Cost Reduction Program) ini wajib dijalankan.

Selamat melakukan penghematan….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s