Mengatasi Areal Sawit Tergenang dengan Metode Peninggian Titik Tanam

Sebagian sawit mati akibat tergenang banjir

Salah satu upaya intensifikasi dalam meningkatkan produksi di perkebunan kelapa sawit adalah dengan mengelola lahan lahan marginal dan terabaikan. Misalnya : Lahan Pasir, Rawa ataupun Gambut. Untuk mengelola lahan gambut, tentu saja ada regulasi regulasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

Mengelola lahan berpasir, akan saya bahas dalam tulisan yang berbeda.

Untuk mengelola areal rawa (tergenang/banjir), ada beberapa rekayasa teknis yang bisa kita lakukan. Semuanya tergantung hasil survey lapangan kita. Setiap kasus sudah pasti berbeda rekayasa teknis yang harus kita lakukan.

Pertama, kita bisa menggunakan tanggul untuk mengatasi banjir. Biasanya tanggul ini akan dikolaborasikan dengan pompa. Kita harus teliti menghitung coverage area air yang akan masuk ke dalam tanggul kita sehingga bisa menghitung debit air yang akan di pompa. Jika kita salah menentukan kapasitas pompa yang akan digunakan, maka pengendalian air banjir kita jadi tidak berguna. Selain itu akan terjadi pemborosan untuk pembelian pompa yang salah.

Pembuatan tanggul penahan banjir di kiri kanan sungai

Kedua, pengendalian banjir bisa menggunakan outlet/kanal. Ini metode yang paling umum digunakan dan paling murah. Secara alamiah, air akan mengalir ke tempat yang rendah. Kanal/Outlet yang kita buat hanya merupakan sarana atau wadah air itu lewat agar sesuai ke tempat yang kita inginkan. Sebelum dibuat kanal perlu dilakukan survey topografi untuk melihat kontur tanah dari area yang mau kita buat outletnya. Jika outlet sudah tembus ke lokasi pembuangan akhir yang kita inginkan (laut, sungai atau danau), maka perlu dikaji lagi apakah ada efek air balik (pasang surut) yang memungkinkan area yang kita analisa ini akan banjir karena efek tersebut. Jika iya, maka di ujung outlet perlu dipasang pintu air untuk mencegah air balik ini.

Outlet
Kanal

 

Ketiga, peninggian titik tanam. Ini yang akan saya bahas kali ini.

Peninggian titik tanam sebaiknya dilakukan pada areal banjir yang memang sudah tidak bisa diatasi dengan tanggul dan kanal. Kita perlu selektif menggunakan cara ini, karena biaya yang dikeluarkan cukup besar. Saya sudah mengerjakan metode ini pada lebih dari 1000 hektar areal tergenang kebun sawit saya di Kalteng. Hasilnya sangat baik.

Langkah langkah pekerjaan peninggian titik tanam :

  1. Membuat patok / tanda tinggi titik tanam baru yang diharapkan (setiap 50 meter / 6 pokok sawit)
  2. Menghitung kebutuhan volume tanah peninggian. Galian diambil dari parit field drain dan antar pokok. Jika tanah masih kurang, maka beberapa titik tanam sawit yang harus dihilangkan untuk diambil tanahnya.
  3. Eksekusi menggunakan Excavator PC 200 menggunakan operator yang sudah berpengalaman.
Langkah langkah Peninggian Titik Tanam

Kunci dari keberhasilan metode peninggian titik tanam ini adalah menentukan ketinggian tanah yang akan ditinggikan. Untuk itu kita perlu tahu tinggi banjir tertinggi yang ada di areal tersebut. Pengalaman saya, biasanya saya melihat batas bekas air yang ada pada tanaman di sekitar situ. Jika disitu sdh ada sawit kita, maka kita bisa lihat batas air di pokok sawit. Jika belum ada sawit, bisa melihat pada batang batang pohon yang ada disekitar lokasi.

Biaya

Peninggian titik tanam ini bervariasi ketinggian sesuai dengan kondisi di lapangan. Sehingga agak susah bagi saya melakukan kalibrasi pekerjaan ini untuk dijadikan norma. Berdasarkan pengalaman, untuk peninggian yang paling sering dilakukan adalah pada ketinggian +- 80 cm. Untuk ketinggian segini, norma pekerjaannya adalah 0,5 Ha per 8 HM atau berkisar 8 Juta per Hektar. Saya pernah juga mencoba melakukan diareal semi gambut, biayanya membengkak sampai 25 juta per hektar. Hasilnya pun tidak bagus. Untuk areal gambut saran saya lebih baik menggunakan kanalisasi.

Area yang sudah dilakukan peninggian titik tanam

Untuk peninggian titik tanam sampai ketinggian 80 cm biasanya tanah galian dari parit field drain dan antar pokok sudah cukup untuk meninggikan. Sedangkan peninggian di atas itu sudah harus mengorbankan titik tanam untuk diambil tanahnya. Implikasinya, SPH akan berubah.

Biaya peninggian titik tanam untuk beberapa ketinggian dan perubahan SPH saya rangkum dalam tabel berikut :

Selamat mencoba….

One thought on “Mengatasi Areal Sawit Tergenang dengan Metode Peninggian Titik Tanam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s