Efisiensi di Teknik : Perbaikan Angkong Rusak

Di tulisan sebelumnya : Beberapa Efisiensi di Teknik (Efisiensi atau Mati) saya telah membahas beberapa efisiensi yang bisa kita buat di area kerja teknik untuk tetap bisa survive di tengah kondisi sawit yang masih kurang sehat ini. Salah satunya yang akan saya paparkan lebih lanjut adalah masalah perbaikan angkong bekas.

Berapa besar nilai efisiensinya ?

Pertama mari kita hitung dulu berapa banyak penggunaan angkong di kebun sawit. Kita hitung saja untuk kebutuhan panen dulu. Jika 1 afdeling atau divisi memiliki 30 orang pemanen saja, maka kalau kita memiliki 15 afdeling per PT (luasan : 15 ribuan hektar) maka, kita memerlukan 450 pcs angkong. Khusus untuk panen. Jika umur pakai angkong adalah 3 bulan, maka dalam setahun kita perlukan 450 x 4 angkong = 1800 angkong per tahun. Untuk asumsi luasan 15 ribuan hektar dan masa pakai angkong 3 bulan. Ini asumsi, silahkan menghitung dengan asumsi anda sendiri.

Poin yang mau saya sampaikan yaitu, kebutuhan angkong pada operasional kebun sawit sangat banyak setiap tahunnya. Dan angkong ini adalah tools kerja utama yg tidak bisa digantikan dalam operasional kebun sawit.

Harga angkong saat ini berkisar 400 – 500 ribu per pcs. Jika kita butuh 1800 angkong per tahun (sesuai asumsi di atas), maka biaya pembelian angkong per tahun  : Rp. 810 juta. Besar kan ? Jika kita bisa menghemat 50% dari pengeluaran itu, maka efisiensi sudah kita lakukan dengan sangat baik.

Siapa tahu rejeki kita, dari nilai penghematan itu, 5% nya saja ditambahkan ke bonus tahunan kita, sdh bisa daftar naik haji kita, hehe….

Bagaimana cara memperbaiki angkongnya supaya bisa bernilai efisien ? Mari kita bahas…

1. Kumpulkan semua angkong bekas yang sudah tidak terpakai di afdeling. Koordinsikan dengan asisten afdeling, askep kebun atau pun manager kebun. Angkong itu mudah sekali rusak. Kebanyakan karena karat. Karena angkong ini sekilas hargannya murah (400 – 500 ribu), sehingga kecenderungan orang ketika terjadi rusak kecil, maka akan meminta baru ke gudang. Apalagi jika masa pakainya sdh di atas 4 bulan. Kita harus memiliki suatu keyakinan, bahwa semua kerusakan angkong bisa diperbaiki. Jika 4 bulan angkong itu rusak, kemudian bisa diperbaiki dan akhirnya bisa menambah umur pakainya menjadi 4 bulan lagi, maka life time atau usia pakai dari angkong tentu akan bertambah

2. Pilah – pilah, mana angkong yang masih layak diperbaiki dengan biaya murah mana yang bisa diperbaiki tapi biayanya mahal. Seperti saya sampaikan di atas, kita harus memiliki suatu keyakinan, bahwa semua kerusakan angkong bisa diperbaiki. Namun jika biaya perbaikannya sdh lebih mahal dari biaya beli baru maka tidak usah paksa untuk diperbaiki.

3. Setelah kita dapat angkong angkong yang layak diperbaiki, maka lakukan perbaikan. Umumnya kerusakan angkong adalah akibat karat, sehingga bagian bagian tertentu patah atau bengkok. Lakukan pengelasan untuk yang patah, dan lakukan penambalan untuk yang bolong. Lakukan kanibal part dari angkong angkong yang sudah tidak bisa diperbaiki tadi.

4. Setelah bagian yang rusak dari angkong sdh kita perbaiki dan layak digunakan kembali, maka lakukan finishing. Bagian bagian yang dilas, dirapikan dan dihaluskan. Setelah itu angkong dibersihkan dan dicuci. Langkah terakhir adalah pengecatan ulang.

Berapa biayanya ? Dari hasil yang kami lakukan, biaya perbaikan angkong berkisar 150 – 230 ribu. Biaya beli angkong baru dengan jenis yang sama yaitu 450 – 500 ribu. Artinya, dengan perbaikan ini kita bisa menghemat 50% dari biaya pemakaian angkong.

Jangan tunggu lama, ayo segera mencoba…

2 thoughts on “Efisiensi di Teknik : Perbaikan Angkong Rusak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s