Biaya dan Teknis Perawatan Jalan di Kebun Sawit

Setelah istirahat cukup panjang, saya mulai tulisan saya lagi dalam semangat budget-an.

Tulisan ini terinsipari dari diskusi saya kemaren sore dengan beberapa orang mengenai perkerasan jalan. Baik itu soal budget maupun teknis-teknis perbaikannya. Saya agak kerepotan membahas perkerasan di daerah berpasir, karena saya belum pernah mendapat kebun yang dominasinya adalah pasir. Untuk kebun di gambut dan tanah mineral saya rasa tidak ada masalah.

Kali ini saya akan lebih spesifik membahas masalah biaya perkerasan itu sendiri. Lebih spesifik lagi untuk perkerasan di tanah mineral. Karena jenis tanah tersebut adalah yang sangat umum kita jumpai di perkebunan sawit.

Baeklah, mari kita mulai….

Setiap perusahaan mempunyai norma berbeda untuk melakukan perkerasan jalan. Tipe perkerasan dan perawatan jalan pun di namai berbeda-beda. Namun tujuannya adalah sama, yaitu bagaimana jalan tersebut bisa dilewati pada segala cuaca.

Setiap perusahan juga mempunyai kebijakan berbeda terhadap jenis jalan dan kuantitas yang akan ditimbun/diperkeras. Ada yang mengharuskan semua jalan ditimbun sehingga seminimal mungkin terjadi langsir dengan traktror. Ada perusahaan yang cukup mewajibkan memperkeras jalan-jalan utama saja. Sisanya jalan yang tidak diperkeras akan dilakukan evakuasi TBS menggunakan traktor. Semuanya itu tentu terkait dengan kebijakan biaya yang akan dikeluarkan.

Untuk menghitung biaya perkerasan dan perawatan jalan banyak hal yang mempengaruhi. Hal-hal tersebut yang akan menentukan perbedaan harga. Faktor – faktor utama tersebut antara lain : Ketebalan perkerasan, Jarak quarry ke lokasi penimbunan, Running Cost Excavator – Grader – Vibro Compactor – Dump Truck dan Muatan dari DT itu sendiri per tripnya.

Menggunakan semua asusmsi yang saya punya (boleh nanti diskusi pribadi via email jika ingin mengetahui asumsi-asumsi tersebut), maka biaya perkerasan dan perawatan jalan bisa dijabarkan sebagai berikut :

1. PERKERASAN BARU/MURNI

Yang dimaksud dengan item pekerjaan ini adalah menimbun jalan dengan material timbun jalan (laterit, koral, dll) pada areal jalan (CR / MR) yang baru di buka atau dibentuk menggunakan alat berat. Tebal perkerasan baru ini adalah 30 cm. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : Rp. 20-25 Juta/KM

Perkerasan Baru 2
Perkerasan Jalan Baru
Perkerasan Baru
Perkerasan Jalan Baru

2. GRADING JALAN

Grading jalan adalah bagian dari perawatan jalan. Secara rotasi, grading sebaiknya dilakukan 2x setahun. Dengan begitu kita bisa meminimalkan kerusakan jalan. Setiap jalan sebaiknya di grading dengan rotasi yang benar. Grading jalan yang baik juga memperhatikan pembuatan tali air di sisi jalan. Hal ini akan menjaga agar air tidak mengalir ke badan jalan. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : Rp. 1-2 Juta/KM.

Grading Jalan
Proses Grading Collection Road
Grading 2
Hasil Grading Jalan

3. PERAWATAN JALAN SPOT-SPOT

Tidak bisa dihindari bahwa setiap jalan mempunyai daerah lemah yang sering kita sebut bottle neck. Biasanya di titik itu, jalan paling rentan mengalami kerusakan secara berulang-ulang. Sekilas karena lokasi rusaknya hanya pendek maka kita sering menganggap biaya sedikit. Namun karena umumnya kita menimbun titik – titik tersebut dengan “royal” (menggunakan sebanyak mungkin material) dengan tujuan yang penting jadi dan bisa dilewati maka jika di hitung unit costnya akan menjadi sangat mahal. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : 50-55 Juta/KM.

Spot-spot
timbun jalan spot menggunakan batu gunung

4. PERKERASAN JALAN ULANG

Perkerasan ulang dilakukan pada jalan yang sudah pernah diperkeras/dilaterit namun lateritnya sudah tipis bahkan habis. Secara norma, perkerasan ulang dilakukan setiap 2 tahun. Ketebalan perkerasan ulang berkisar 5 cm. Namun tentu saja di lapangan hal tersebut bisa berubah tergantung maintenance jalan yang kita lakukan. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : 10-15 Juta/KM.

Perkerasan Ulang
perkerasan ulang dengan jarak material 6-10 m

Semoga dapat menjawab beberapa pertanyaan saat diskusi pendek kemaren sore. Dan menjadi referensi buat rekan-rekan yang sedang dalam proses penyusunan budget perawatan jalan tahun 2018.

Selamat menyusun budget…Closing

 

6 thoughts on “Biaya dan Teknis Perawatan Jalan di Kebun Sawit

  1. Bang kalau boleh tau gimana rincian cisnya ko bisa perkerasan awal hanya 20jt per km mohon share detail biaya per unit serta jarak quary dan biaya pekerjaan nya

    Like

    • Ada asumsi yang lupa saya sampaikan, bahwa material lateritnya punya kita sendiri dalam kebun sehingga tidak masuk perhitungan biaya. Silahkan ditambahkan sendiri biaya materialnya bang…

      Like

  2. Bang kalau boleh tau gimana rincian biaya perkerasan awal yang hanya 20jt per km mohon share detail biaya per unit serta jarak quary dan biaya pekerjaan nya

    Like

  3. Kami ada rencana menggunakan limbah deoiled bleaching earth u/ perkerasan jalan di kebun sawit. Saya yakin akan lebih murah lagi biaya nya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s