Mana Lebih Baik, Membeli Kebun Sawit Plasma atau Kebun Sawit Pribadi ? dan Berapa Hasil Yang Bisa Didapatkan ?

tanya

Beberapa hari yang lalu ada yang meng-email kepada saya menanyakan, lebih baik beli kebun pribadi atau kebun plasma ?

Bahasan ini akan saya rangkai dengan perhitungan detail hasil kebun pribadi/plasma yang bisa diterima setiap bulannya.

Mari kita bahas….

Saya pernah menulis tentang : Belajar Berbisnis Sawit. Silahkan juga dibaca tulisan tersebut untuk menambah referensi.

Kali ini batasannya adalah pilihan ketika akan membeli. Jadi saya tidak akan membahas bagaimana jika ingin menanam sendiri.

img20161112152621
papan nama kepemilikan kapling plasma sawit

Yang perlu kita pahami sebelum membeli kebun kelapa sawit adalah : kelapa sawit merupakan tanaman yang bisa berproduksi 25-30 tahun. Jika kita ingin masuk ke bisnis ini, maka ini adalah bisnis jangka panjang. Atas dasar itu, maka yang perlu diperhatikan ketika akan membeli kebun sawit adalah : Status kepemilikan lahan, Bibit yang digunakan dan History pemupukan. Selain itu harus juga di pertimbangkan apakah kita mempunyai waktu untuk mengelola kebun sawit ini sendiri ? atau menyerahkannya kepada orang lain ? itu juga akan mempengaruhi putusan kita dalam memilih.

Pada tabel dibawah ini saya tampilkan mana yang lebih unggul diantara keduanya :tabel

Kepemilikan Lahan

Secara umum, kebun plasma yang dikelola perusahaan mempunyai status kepemilikan lahan yang lebih meyakinkan. Memang di perkebunan sawit manapun baik inti atau plasma tetap ada saja kasus permasalahan status lahan. Namun jika kita batasi masalahnya mana yang lebih aman ketika akan membeli kebun plasma atau kebun pribadi dalam status kepemilikan lahan, maka saya lebih cenderung berpendapat bahwa kebun plasma lebih aman. Yang terpenting, pastikan surat kepemilikan lahan sawit (SHM) sah, ketika anda akan membelinya.

Bibit

Secara umum, untuk masalah bibit pun, plasma jauh lebih terpercaya dibanding kebun pribadi. Kenapa demikian ? sawit di kebun plasma, baik itu  yang nantinya akan diserahkan kembali kepada masyarakat ataupun yang sistemnya dikelola seterusnya oleh perusahaan dengan sistim bagi hasil, TBS nya akan diharapkan masuk ke pabrik perusahaan. Untuk itu plasma yang dikelola perusahaan pasti akan memberikan bibit yang standar, agar hasil yang dihasilkan nantinya pun banyak. Untuk kebun pribadi agak lebih susah kita memastikan kualitas bibit yang tertanam. Perlu waktu lebih untuk mengecek hal tersebut. Jika yang tertanam adalah bibit abal-abal, maka sia-sia kita menunggu produksi untuk waktu yang lama.

Pupuk

History pemupukan lebih bisa te-record dengan baik untuk kebun plasma. Bisa kita lacak dengan gampang

Transparasi Pengelolaan

Tentu saja untuk item ini, menurut saya lebih baik hasilnya pada kebun pribadi. Kebun plasma yang dikelola oleh perusahaan biasanya akan menyerahkan hasil plasma (setelah dikurangi operasional perusahaan) kepada kepada koperasi. Koperasi ini merukapan wadah yag menaungi semua pemilik lahan plasma. Dari koperasi inilah akan dibagi hasil dari perusahaan kepada semua petani tergantung banyaknya lahan yang dimiliki. Dalam banyak kasus, di mata rantai ini kurang terjadi transparansi, sehingga ada ketidakpuasaan dalam pembagian hasil. Tentu saja, di koperasi ini ada potongan-potongan yang berkaitan dengan operasional dan administrasi plasma. Koperasi yang tidak dikelola dengan kredibel maka akan menimbulkan masalah pada besarnya hasil plasma yang diterima oleh pemilik plasma.

Kesibukan dalam Mengurus

Untuk item ini tentu saja plasma lebih unggul. Petani plasma yang dikelola perusahaan hanya tinggal menunggu hasil setiap bulannya ditransfer ke rekening. Untuk kebun pribadi kita harus mengelola sendiri. Atau mempercayakannya kepada orang utk mengelolanya.

Besarnya Penghasilan

Berdasarkan pengalaman saya, kebun pribadi yang dikelola dengan baik dan standar mempunyai hasil yang lebih besar setiap bulannya daripada pembagian plasma perusahaan.

Lantas berapa rata-rata penghasilan yang bisa diperoleh per bulannya dari kebun sawit ?

Sekaligus menjawab pertanyaan ini, saya rangkumkan jawaban beberapa pertanyaan lain yang muncul di item search blog saya.

1 hektar (ha) kebun sawit di lahan mineral standarnya ditanami 136 pokok sawit. Untuk 1 kapling plasma standarnya adalah 2 ha. Terkadang ukuran ini dikurangi untuk jalan dsb, sehingg berkisar 1,8-1,9 ha saja. Maka dari itu, 1 kapling plasma yang baik harus memiliki sekitar 270 Pokok. Ini penting di cek ketika anda membeli plasma. Karena bagaimana kita bisa mengharap buah bisa banyak jika pokok tanamannya hanya sedikit.

img20161106102016
proses panen kelapa sawit

1 kapling kebun plasma usia 15 tahun (tinggi 7-8 meter) harganya berkisar 100-150 juta (di kalimantan tengah). Tergantung pada baik/tidaknya kondisi kaplingan tersebut.

img20161112161011
Plasma usia tanaman 15 tahun

Kebun sawit pribadi dipanen setiap 2 minggu (2x sebulan). Sama dengan kebun plasma. Saat ini, kebun plasma usia tanaman 13-15 tahun disekitar tempat saya tinggal mempunya hasil 1,5-3 ton sekali panen. Artinya dalam 1 bulan bisa mendapatkan 3-6 ton. Harga sawit saat ini di kalteng adalah Rp. 1.759/kg. Sehingga jika dikalikan, hasil kotor 1 kapling plasma saat ini adalah 5,2 – 10,5 juta per bulan. Hasil ini harus dipotong biaya panen Rp. 120/kg, biaya muat dan transport Rp. 120/kg, dan biaya lain-lain sekitar Rp. 10-15/kg.

img20161104144801
hasil panen plasma, berkisar 3 ton

Semoga bisa memberi gambaran….

 

5 thoughts on “Mana Lebih Baik, Membeli Kebun Sawit Plasma atau Kebun Sawit Pribadi ? dan Berapa Hasil Yang Bisa Didapatkan ?

  1. biaya atau cost utuk infrastruktur dan pupuk yang selalu menjadi beban para petani…
    kalau pengalaman di kalbar yang mana plasmanya berpola PIR TRANS, perusahaan selalu di minta untuk memiperbaikinya, baik jalan maupun jembatan…#tepokjidat.
    tapi itu 5 tahun yang lalu, sekarang sudah sadar semua para petani dan pengurus KUD nya berkat saya bangunkan lagi Team Pembina plasmanya..
    #horas
    #viveleplanter

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s