Pembukaan Lahan (Stacking) Menggunakan Alat Berat

Kangen juga sudah sekitar 2 minggu tidak nulis, hehe….terpaksa disempat-sempatkan disela kesibukan budgeting untuk tahun depan.

Seperti beberapa tulisan saya yang lain, ide menarik ini muncul dari beberapa search item yang mampir di blog saya. Kali ini, bahasannya adalah : Stacking Menggunakan Alat Berat.search

Mari mulai…

Meski pengelolaan perkebunan kelapa sawit sekilas terlihat hampir sama dimana-mana, sebenarnya banyak staff yang cenderung lebih kuat di bidang tertentu. Contoh, ada yang kuat di bagian pembibitan, ada yang lebih kuat di daerah pembukaan lahan, ada yang cenderung kuat pada pengelolaan gambut, ada yang dominan di pengelolaan daerah berkontur dan ada yg expert di bagian rawa dan rendahan.

Kebun-kebun yang sudah fokus produksi dan sudah settle biasanya sudagh tidak banyak melakukan pembukaan lahan baru. Ini yang mengakibatkan terkadang pemahaman akan pembukaan lahan harus di tingkatkan lagi.

Pembukaan lahan secara mekanis umumnya dilakukan menggunakan 2 jenis alat berat. Pertama, Excavator. Kedua, Bulldozer. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada jenis dan kontur tanah yang akan di stacking dan vegetasi (jenis tumbuhan) pada lahan yang akan di stacking.

Sebelum dilakukan stacking, umunya tim survey melakukan beberap hal ini.

Pertama, rintis dan blocking. Pengertian sederhananya adalah, tim survey akan membatasi lahan yang akan kita stacking, agar tidak terjadi kesalahan. Pada daerah yang masih berupa hutan rintis dan blocking dilakukan dengan menandai  pohon dengan cat berwarna merah. Pohon itu kemudian menjadi batas terluar yang boleh di stacking oleh alat berat.

Kedua , pancang stacking. Metodenya bermacam-macam, hanya tujuannya hampir sama. Pancang stacking dimaksudkan agar rumpukan (hasil tumpukan dari pohon yang di tumbang oleh alat berat) lurus dan teratur. Hal ini kedepannya akan memudahkan dalam melakukan penanaman.

Setelah 2 langkah itu selesai baru kemudian dilakukan stackingstacking

Stacking Menggunakan Excavator

Kelebihan Excavator dibanding Bulldozer adalah kemampuan dia stacking di areal rendahan / rawa. Ini berlakku juga untuk daerah gambut. Pembukaan lahan di areal rendahan biasanya dibarengin dengan pembuatan parit. Baik itu parit field drain ataupun parit di pinggir jalan.

Untuk norma pekerjaan stacking yang standar adalah : Stacking Darat 8 HM/Ha, Stacking Rawa 10 HM/Ha

3
stacking menggunakan excavator

Stacking Menggunakan Bulldozer

Dozer yang digunakan tentu saja dozer besar. Bisa D85 atau D68. Kelebihan dozer adalah kemampuan dia membuka daerah bukan rendahan/rawa lebih cepat dibanding excavator. Pada daerah berbukit dozer juga lebih unggul dalam pembuatan teras kontur.

Tentu saja biaya operasional dozer lebih mahal dibanding excavator. Ini bisa dihitung dari penggunaan solar per HM nya. Dozer D68 membutuhkan rata-rata 23 liter solar per HM. Sedangkan Excavator hanya membutuhkan 18 liter solar per HM. (yang masih belum tahu, 1 HM itu berkisar  50 menit jam dunia)

2
pembuatan teras kontur dan stacking menggunakan dozer

Simpel, aman dan legal….yang masih buka lahan pake bakar-bakar, jangan malu-maluin ahhh….

1
hasil stacking dan penanaman di daerah rendahan

 

 

4 thoughts on “Pembukaan Lahan (Stacking) Menggunakan Alat Berat

  1. Kira2 brp HM yg dibutuhkan excavator Komatsu PC200 atau sekelasnya untuk membuat teras kontur dgn kondisi lahan berbukit (hanya semak belukar dan bukan hutan) yg kemiringannya -/+ 35derajat bang pohan? Trims

    Like

  2. Untuk daerah kemiringan > 30derajat lebih baik menggunakan Excavator dengan rumpukan disusun di antar teras, sehingga sampai lebungan paling bawah bisa di teras dan bisa dijadikan titik tanam, areal juga kelihatan bersih pada saat kacangan sudah menutup 80=100%, tidak ada areal lebungan yang tertinggal sehingga menjadi potensi tempat sarah hama terutama hama landak.dan di buatkan di bawah teras terakhir parit 1 x 1 m untuk cadangan air sehingga pada saat perawatan mempermudah team spraying dalam memperoleh air.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s