Tips Memaksimalkan Pengangkutan TBS dimusim Panen Raya

Minggu-minggu terakhir ini, kita menyaksikan bahwa produksi TBS lompat secara gila-gilaan. Hujan dan panas yang datang silih berganti secara stabil membuat tingkat kematangan buah lebih cepat dari yang dibayangkan. Antrian di pintu-pintu PKS terjadi hampir di setiap tempat. Tidak terkecuali di kebun saya. Tadi malam PKS kami menerima TBS sebanyak 1.489 ton TBS. Bayangkan saja, jika kapasitas olah pabrik cuma 60 ton/jam, maka pabrik harus mengolah 24,8 jam untuk menjadikan semua TBS itu menjadi CPO. Padahal keesokan harinya, TBS dengan jumlah yang kurang lebih sama akan dikirim lagi ke pabrik. Wajar jika antrian dump truck terjadi di depan pintu pabrik.

img20161018170140
antrian di pabrik kelapa sawit

Tapi bukan pabrik yang akan saya bahas.

Intro di atas saya munculkan sebagai informasi bahwa semester 2 tahun ini, produksi terindikasi naik gila-gilaan. Apalagi BMKG memprediksikan, musim hujan akan terjadi sampai bulan april. Dimana puncaknya akan terjadi sekitar bulan februari. Artinya, suplai air yang banyak melalui hujan akan sangat berpengaruh pada kecepatan kematangan buah sawit.

Lantas siasat apa yang perlu dilakukan agar buah semua yang sudah terpanen bisa terkirim ke PKS pada kondisi buah banyak, hujan tinggi, jalan kemungkinan banyak yg rusak/licin ini ?

Ada beberapa tips yang akan saya berikan.

Pertama. Mulailah panen se-pagi mungkin. Untuk menjalankan ini, harus juga diperhatikan ketersedian truck untuk angkutan karyawan dari perumahan ke tempat apel pagi. Dan dari tempat apel pagi ke blok panen. Menurut saya sebisa mungkin hindari apel pagi dekat dengan emplasemen, sehingga setelah pembagian tugas kerja pada apel pagi karyawan bisa langsung menuju blok panen (tidak pulang lagi ke emplasemen).

Kedua. Kirim lah TBS ke pabrik se-awal mungkin. Untuk mencapai hal ini kita harus mempunyai target jam pengiriman reit pertama. Di beberapa perusahaan tempat saya bekerja, ada kebijakan yang diterapkan bahwa dibawah jam 10.00 setiap afdeling/divisi harus sudah mengirim TBS ke pabrik. Jika tidak tercapai maka akan ada sanksi yang diberikan.

jam-10
contoh monitoring target pengiriman tbs di bawah jam 10

Kebijakan ini akan membuat kita berhitung. Jika untuk memenuhi 1 reit dump truck biasa butuh 5-6 ton TBS. BJR tbs kita 20 kg. Maka kita harus menyiapkan 5000kg-6000kg/20kg = 250-300 jjg di TPH. Selanjutnya metode untuk mendapatkan itu bisa bermacam-macam tergantung kepada asisten.

Target pengiriman seperti ini juga akan membantu pabrik memulai proses pengolahan lebih awal. Keuntungannya, jam olah bisa lebih maksimal. Lembur karyawan pabrik bisa ditekan. Dan Supply listrik dari pabrik ke perumahan  bisa lebih cepat sehingga penggunaan solar genset bisa di reduksi.

Ketiga. Buatlah estimasi produksi hari itu. Saya rasa ini sangat umum. Namun banyak juga asisten yang tidak menganggap ini penting.

Contoh hitungan. Jika pemanen kita yang hadir hari itu sebanyak 30 orang. Produktifitas rata-rata pemanen 2,5 ton/hk, maka estimasi produksi kita hari itu adalah 75 ton. Dari sini kita bisa menghitung berapa jumlah truck yang dibutuhkan.

Mengetahui kebutuhan truck se-pagi mungkin memungkinkan kita mempunyai waktu yang lebih banyak untuk mencari tambahan jikalau kemampuan unit kita kurang dari estimasi harian.

Keempat, mapping jalan pada blok panen. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa pada musim hujan, tingkat kerusakan jalan sangat tinggi. Prioritaskanlah pengangkutan terlebih dahulu pada blok yang mempunyai jalan yang jelek. Hal ini dimaksudkan, agar jika DT terpuruk/amblas/kepater kita bisa melakukan evakuasi ketika hari masih terang. Lebih banyak kesulitan jika harus dilakukan pada malam hari.

img20160211100621
jalan rusak akibat hujan

Kelima. Pastikan TBS anda semua masuk di PKS baru anda beristirahat. Begitulah sebenar-benarnya bekerja di kebun jika kita mau zero restan.

Terakhir, selalu update perkembangan produksi anda minimal 2 minggu sekali, maksimal sebulan sekali. Data ini digunakan untuk mengetahui berapa rata-rata produksi tbs kita. Seberapa banyak peningkatannya. Setelah mengetahui data ini kita bisa merencanakan kembali kebutuhan truck pengangkut TBS kita apakah perlu rencana penambahan atau tidak di bulan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s