Tanjung Puting National Park : Daya Tarik Orang Utan Liar Yang Tak Pernah Pudar…

Lihat keindahan Indonesia di : http://www.indonesia.travelLogo Pesona Indonesia

Ini kali kedua saya ke Taman Nasional (TN) Tanjung Puting. Karena tujuan kali ini adalah lebih untuk menikmati  perjalanannya, bukan sekedar mau melihat orang utan, maka diputuskan menggunakan transportasi kapal kayu (klotok).

Tulisan ini akan banyak bercerita pada detail nya, how to get to tanjung puting. Berbeda dengan tulisan saya yang pertama yang lebih kepada highliht dari tanjung puting.

TN Tanjung Puting terletak di Provinsi Kalimantan Tengah,  Kabupaten Kotawaringin Barat, Kota Pangkalanbun. Menempuh jalur udara ke Pangkalanbun, hanya ada empat maskapai penerbangan. Kalstar, Trigana, Garuda dan Wingsair. Hanya ada 3 kota besar dari Pulau Jawa yang membuka penerbangan ke Pangkalanbun, yaitu : Semarang, Surabaya dan Jakarta. Frekuesi penerbangan paling banyak adalah Semarang – Pangkalanbun.

Dari kota Pangkalanbun, kita harus menggunakan transportasi darat ke pelabuhan kumai. Waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Dari pelabuhan kumai kemudian menyeberang menggunakan moda transportasi air untuk menuju TN Tanjung Puting. Karena tujuan kali ini adalah lebih menikmati perjalanannya, maka kami memilih menggunakan Kapal Kayu (klotok). Ada pilihan lain, yaitu menggunakan speedboat bagi wisatawan yang ingin lebih cepat menuju TN.

Baca Juga : dolan nang… Taman Nasional Tanjung Puting

Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat sudah membuat pelabuhan khusus wisata sebagai tempat “parkir” semua kapal wisata yang melayani wisatawan ke TN Tanjung Puting. Harga tiket bervariasi. Besarannya berkisar Rp. 150 ribu per orang. Jika ingin private, kita bisa men-carter klotok. Harga umumnya mulai dari Rp. 2 Juta per hari. Hampir semua wisatawan asing mengambil opsi ini.

IMG20160828083330
pelabuhan wisata kumai
IMG20160828083356
kapal kayu merapat di dermaga wisata

Jangan dipikir karena berupa kapal kayu, maka serba terbatas dan tidak nyaman. Saya cukup takjub ketika mendapati fasilitas dan pelayanan yang cukup wow. Semua kapal kayu mempunyai standar yang layak sebagai moda transportasi wisata. Fasilitas berupa : kasur, selimut, toilet yang bersih, penyediaan air panas, sampai peralatan keselamatan seperti baju pelampung semuanya tersedia.

IMG20160828085703
klotok yang kami tumpangi
IMG20160828090949
fasilitas baju pelampung di atas klotok

Terdapat tiga lokasi untuk bisa melihat orang utan berkumpul di TN Tanjung Puting. Camp Tanjung Harapan, Pondok Tanggi dan Camp Leakey. Yang terbesar dan terpopuler adalah Camp Leakey. Camp Leakey berjarak +- 5 jam perjalanan dari pelabuhan kumai. Kita akan melintasi sungai Sekoyer. Sekali lagi jangan berpikir bahwa perjalanan 5 jam akan membosankan. Justru sebaliknya. Jika anda mencari tempat untuk yang benar-benar fresh dari kebisingan kota, disinilah tempatnya. Dengan fasilitas klotok yang memadai anda bisa menikmati perjalanan dengan suasana sangat santai.

IMG20160828171949
santai di atas klotok

Muara sungai sekoyer, vegetasinya di dominasi oleh pohon aren/nira. Kalau di Papua disebut pohon BOBO. Pohon bakau tidak terlalu banyak terlihat. Hanya ada di beberapa tempat. Semakin ke hulu, pohon-pohon tinggi ramping mulai mendominasi. Pagi hari kita tidak akan banyak melihat hewan disitu. Ketika sore hari baru terlihat rombongan bekantan (monyet asli kalimantan). Mereka bercengkerama bergerombol pada ranting pohon di pinggir sungai seakan menonton klotok-klotok yang pulang dari Camp Leakey ke pelabuhan kumai.

Taman_Nasional_Tanjung_Puting_03
Bekantan (sumber : http://www.acc.co.id)

Pukul 13.00 kami merapat di dermaga kayu camp leakey. Saat ini di eropa sedang musim panas (summer). Umumnya di waktu ini orang eropa melakukan perjalanan wisata. Ini juga terlihat di TN Tanjung Puting. Wisatawan asing berjubel. Klotok-klotok berjejer mencari tambatan di dermaga camp leakey.

Dipinggir dermaga, banyak monyet yang sudah siaga diatas pohon untuk mencuri makanan dari atas klotok. Tapi tak perlu khawatir, nahkoda kapal kayu dan guide yang menemani kita sudah sangat paham dengan kondisi ini. Kita akan diberitahukan bagaimana agar tidak jadi korban mereka.

IMG20160828133227
klotok bergantian merapat di dermaga kayu camp leakey
IMG20160828154314
orang utan mengincar makanan dari klotok

Penguasa dari dermaga camp leakey tentu saja SISWI. Orang Utan betina berumur 38 tahun. She is very pretty. Dikalangan pecinta orang hutan dia salah satu yang terpopuler di seluruh dunia. Pada kesempatan pertama saya ke TN Tanjung Puting tahun 2015, saya bertemu dengan suami isteri wisatawan dari Hawai. Sudah tujuh tahun terakhir, setiap tahun mereka ke TN Tanjung Puting hanya untuk bertemu SISWI. Terkadang mereka sampai 1 minggu bermalam di TN Tanjung Puting untuk bertemu dengan orang utan lainnya.

IMG20160103134541
last year’s pose with siswi

Oh ya, bagi kalian yang belum tahu, semua orang utan diberikan nama. Huruf awal dari nama orang utan itu diambil sama dengan nama ibunya. Contohnya, Siswi ibu nya adalah Siswoyo. Saudara nya Siswi yaitu Simon dan Sugarjito. Dua orang bule dari hawai ini bahkan hapal sebagian besar nama-nama orang utan tersebut. Saya sangat takjub. Bagi kita yang awam tentu saja susah. Lah, mukanya mirip-mirip semua, hehe…

IMG20160828135540
silsilah keluarga siswi

Kurang lebih 300 meter dari dermaga, pihak TN membangun Rumah Informasi. Sejarah berdirinya TN Tanjung Puting bisa ditemukan disini. Begitu juga dengan jenis-jenis satwa, silsilah orang utan, dan informasi terkait lainnya. Kalau ada yang ingin tanyakan, tak perlu ragu, ada petugas yang siap membantu. Jangan lupa mengisi buku tamu jika akan meninggalkan tempat tersebut.

Tujuan selanjutnya adalah lokasi FEEDING.

Jadi begini, pada jam tertentu pihak TN akan memberikan makan pada orang utan di suatu tempat tertentu. Orang yang memberi makan disebut RANGER. Lokasi memberi makan secara kebiasaan disebut LOKASI FEEDING. Pihak TN sudah mengatur jadwal feeding ini sedemikian rupa pada tiga camp yang sudah saya sebutkan diatas, sehingga wisatawan yang menginginkan 1 hari perjalanan melihat 3 camp sekaligus bisa terakomodasi. Di camp leakey, waktu feeding adalah jam 14.00 – 16.00 WIB.

Lokasi ini seperti panggung. Ranger akan meletakkan buah-buahan disitu. Kemudian akan berteriak menyerupai TARZAN untuk memanggil orang utan. Perlahan orang utan akan datang satu per satu. Pengunjung boleh melihat sekitar 20 meter dari panggung tersebut. Diberi batas berupa tali.

IMG20160828144942
Ranger sedang memberi makan orang utan
IMG20160828145628
pengunjung mengabadikan momen bersama orang utan

Perlu diingat baik : PAPAN PERINGATAN INI… !!!

IMG20160828143202
SILENCE PLEASE ! RESPECT THE ORANG UTAN !

Lokasi feeding ke dermaga atau sebaliknya harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak di tengah hutan yang masih asli. Waktu tempung kurang lebih 20 – 30 menit. Itu kalau melangkah dengan santai.

Jika pada kesempatan pertama dulu, saya bertemu dengan SISWI di dermaga. Kali ini saya bertemu dengan PERSIE.

IMG20160828154049
narsis bersama persie

Perjalanan pulang dari TN Tanjung Puting menuju kota pangkalanbun, suasananya tidak kalah luar biasa. Hari sore beranjak malam meninggalkan suasana sepi yang tak akan bisa terlupakan. Sinar matahari senja yang perlahan menghilang juga merupakan salah satu waktu foto yang menurut saya sangat baik (saya bukan fotografer soalnya, hehe…). Di saat seperti itu baru kita dengan puas akan mengatakan : MY TRIP, MY ADVENTURE…

IMG20160828161525
unforgettable afternoon
IMG20160828171907
ditemani sunset di ujung klotok

Apakah saya akan kesini lagi untuk ketiga, empat, lima kali nya ? ABSOLUTELY YES….

SAYA SUDAH, KAMU KAPAN ???

 

Travel agen rekomendasi saya : Mas Yomie (dua kali saya melalui beliau dan tidak mengecewakan)

Guide rekomendasi : Mas Yusuf Hadi

 

 

One thought on “Tanjung Puting National Park : Daya Tarik Orang Utan Liar Yang Tak Pernah Pudar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s