Bangunan-bangunan Yang Harus Dipersiapkan Menghadapi Sertifikasi ISPO

ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) merupakan sebuah program yang mengatur tentang standard nasional dalam mengelolah minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. ISPO memiliki tujuan: Pertama, untuk memposisikan pembangunan kelapa sawit sebagai bagian dari integral pembangunan ekonomi indonesia, memantapkan sikap dari bangsa untuk memproduksi minyak kelapa sawit berkelanjutan sesuai tuntutan masyarakat global. Kedua, mendukung komitmen indonesia dalam pelestarian sumber daya alam, dan fungsi lingkungan hidup (sumber : http://bluesaham.com)OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ISPO merupakan standar yang wajib dipenuhi oleh seluruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. ISPO berbeda dengan RSPO. RSPO adalah standar yang harus kita penuhi jika CPO kita mau lolos di market eropa. Jika kita tidak memilih opsi ini sebenarnya tidak ada masalah.

Perkebunan yang telah lolos ISPO tidak saja mempunyai nilai lebih dari sisi perusahannya, namun juga memberikan nilai lebih kepada staffnya. Staff (GM, Manager, Askep, Asisten) yang sudah pernah bekerja di kebun yang lulus ISPO apalagi mengikuti proses dalam meloloskannnya biasanya mempunyai nilai lebih dimata perusahaan.

Banyak aspek yang dinilai untuk menjadikan sebuah perusahaan sawit lolos kualifikasi ISPO. Aspek tersebut antara lain : legalitas perusahaan, fasilitas pembentukan serikat pekerja, metode pembukaan lahan, pengelolaan limbah bahan, beracun berbahaya (B3), pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pengelolaan limbah pabrik, kewajiban ijin lingkungan dan masih banyak lagi. Semuanya ini harus sesuai dengan Standar ISPO 2015abc

d
Contoh Item-Item Pengecekan Sertifikasi ISPO

Pada tulisan kali ini saya hanya membatasi bahasannya pada apa saja yang harus dipersiapkan menghadapi ISPO yang berkaitan dengan divisi teknik. Umumnya terkait bangunan, kendaraan dan mesin.

Mari kita bahas secara singkat satu per satu.

  1. Patok HGU

Patok HGU termasuk pada kategori mandatori (wajib). Patok HGU baiknya dibuat menggunakan beton dan ditanam cukup dalam di tanah. Hal ini bertujuan agar patok HGU tidak mudah dipindahkan pihak yang tidak bertanggung jawab.1a

  1. Rumah Chemist

Rumah chemist berfungsi untuk tempat bersih-bersih karyawan semprot. Segala perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan semprot dibersihkan dan disimpan disini. Air limbah dari pencucian, dikumpulkan pada tempat penampungan khusus.

  1. Tempat Cucian Karung PupukIMG20160813123035
    IMG20160813123102
  1. Tempat Penyimpanan Limbah B3

Contoh limbah B3 (Bahaya, Beracun, Berbahaya) antara lain : olie bekas, accu, bola lampu bekas, dll. Limbah B3 memiliki aturan sendiri dalam pengelolaannya. Tidak boleh lansung dibuang ke tanah. Untuk itu limbah B3 ini harus dikumpulkan pada tempat khusus terlebih dahulu. Kemudian akan dijual kepada badan usaha yang memiliki ijin mengelola limbah B3.4a

4b

  1. Rumah Mesin Genset & Mesin Pompa Air

Inti dari rumah genset dan rumah pompa yang sesuai standar ISPO adalah mampu memproteksi olie dan solar yang kemungkiknan tercecer dari mesin tidak mencemari tanah. Pembuangan asap dari knalpot mesin juga harus di atur agar bisa keluar dari rumah genset dan langsung mengarah ke atas.5a

5b
Rumah Mesin Pompa Air
  1. Tempat Sampah

Pengelolaan sampah yang diisyaratkan oleh ISPO adalah memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik pada tahap selanjutnya bisa dibuang pada TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sedangkan sampah anorganik akan dikelola lebih lanjut sesuai mekanisme yang ditentukan.

  1. Menara Api

Pembahasan mengenai menara api dapat di lihat pada tulisan : Membangun Menara Api Baja dan Menara Pantau Api

  1. Rumah Pengisian BBM

Standar pembuatan tempat pengisian/penyimpanan minyak (BBM) yang diisyaratkan ISPO, sama dengan rumah genset. Yaitu mampu memproteksi solar yang kemungkinan tercecer/tumpah dari tangki penampungan agar tidak mencemari tanah.8a

  1. WTP

Water Treatment Plant (Instalasi Pengolahan Air) adalah salah satu rekayasa yang bisa dilakukan untuk memenuhi pesyaratan ISPO dalah hal penyediaan air yang layak kepada karyawan. Standar minimum layak adalah untuk kebutuhan MCK, bukan untuk konsumsi minum.

Selain beberapa hal di atas, masih ada lagi hal-hal pendukung yang masih harus dipersiapkan. Seperti pembuatan parit permanen di perumahan untuk mengatur pembuangan air kotor bekas MCK, pembuatan rambu-rambu dan marka jalan, dll.

IMG20160721072639
rambu dan marka jalan
IMG20150622095726
pembuatan parit perumahan permanen

 

2 thoughts on “Bangunan-bangunan Yang Harus Dipersiapkan Menghadapi Sertifikasi ISPO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s