Belajar Berbisnis Sawit

IMG20160318075031Sejatinya ini bukan keahlian utama saya berbicara jauh tentang sisi agronomis dari tanaman kelapa sawit. Saya lebih nyaman menulis tentang aspek-aspek teknik. Seperti : Bangunan, Alat Berat, Transportasi, Infrasturktur dan Survey. Namun, berawal dari pertanyaan beberapa teman tentang : Apa itu tanaman sawit ? Bagaimana mengelolanya ? Berapa harganya, jika kita ingin memilikinya ? dan Berapa potensi penghasilan yang bisa dihasilkan ? maka saya coba meramu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas dalam sebuah resume kecil berdasar pengalaman saya selama 8 tahun bekerja di dunia ini.

Banyak buku tentang budidaya sawit yang bisa kita dapatkan di toko. Sampai saat ini, saya pun masih banyak membaca buku-buku tersebut. Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda tentang bagaimana mereka mengelola sawit. Setiap perusahaan pun mempunyai  banyak standar – standar yang berbeda. Salah satu buku yang saya kutip beberapa isinya untuk melengkapi tulisan ini adalah : SUKSES MEMBUKA KEBUN DAN PABRIK KELAPA SAWIT, karya Maruli Pardamean, QIA, CRMP. Tidak ada niat promosi ya disini, hehe….

Karena tujuan dari tulisan ini adalah menjawab rasa ingin tahu dan rasa ingin memiliki kebun sawit dari beberapa teman, maka saya tidak akan banyak membahas mengenai kepemilikan sawit perusahaan. Tapi, bagaimana kita mengelola sawit secara perseorangan.

Oke, mari kita mulai….

01
tanaman sawit muda

APA ITU TANAMAN KELAPA SAWIT ?

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineenis) mulai ditanam sebagai tanaman komersial di Indonsia sejak 1911. Beberapa kegunaan dari kelapa sawit adalah sebagai bahan makanan (minyak goreng) dan bahan baku energi alternatif biodiesel.

minyak
minyak goreng sebagai hasil olahan kelapa sawit (sumber : http://www.merdeka.com)

Selain itu limbah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai penghasil energi dan pupuk. Hampir seluruh Pabrik Kelapa Sawit memanfaatkan cangkang dan serabut kelapa sawit sebagai bahan bakar pengganti solar untuk mengoperasikan pabriknya. Hal ini bisa menghemat kebutuhan BBM pabrik yang memerlukan 800 liter solar setiap jamnya untuk beroperasi.

Tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik. Beberapa alternatif pemanfaatan tandan kosong adalah sebagai pupuk kompos, pupuk kalium dan bahan serat.

IMG20160708161421
pemanfaatan tandan kosong sebagai pupuk

BAGAIMANA MENANAMNYA / MEMILIKINYA ?

Kepemilikan kebun sawit secara perseorangan bukan lagi hal yang susah. Di sumatera, kalimantan, sulawesi bahkan papua sudah banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di bidang ini. Memang ketika akan mengawalinya, banyak keraguan yang akan dihadapi. Apalagi butuh biaya yang tidak sedikit untuk memulai atau memiliki kebun sawit.

Berdasarkan data Kementrian Pertanian, luas areal perkebunan kelapa sawit pada tahun 2007 mencapai 6,7 juta ha. Sebanyak 687.847 ha dikelola PT. Perkebunan Nusantara, 3.358.632 ha dikelola perkebunan swasta, dan rakyat memiliki setidaknya 2,6 juta ha.

Secara umum, memiliki kebun sawit secara perseorangan bisa melalui 2 cara. Pertama, menanam/mengurus sendiri. Kedua, membeli kebun plasma.

Dua cara diatas tentu memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing.

Cara Pertama. Mengelola kebun sendiri mulai dari tanam hingga panen bisa dipilih jika kita memiliki banyak waktu luang. Atau bisa juga jika kita mempercayakan kepada orang yang kita kenal untuk mengelolanya secara penuh. Atau jika kita mau terjun langsung full time disitu.

Proses awal adalah mencari lahan untuk penanaman. Ada baiknya lahan yang kita beli masih bisa dijangkau dengan Pabrik Kelapa Sawit terdekat. Sehingga nantinya penjualan sawit kita tidak terkendala. Satu hal penting lagi yang perlu jadi pertimbangan adalah jenis tanah. Secara umum, ada tanah keras (mineral) dan ada tanah gambut. Rekomendasi saya, hindarilah tanah gambut. Karena, kedepannya biaya operasionalnya akan sangat mahal.

Harga tanah kosong tentu beragam, tergantung lokasi. Saya tidak bisa memprediksi lebih jauh di semua daerah. Untuk daerah di sekitar perkebunan tempat saya bekerja, harganya berkisar 9 – 15 juta per hektar. Jika ada yang belum paham, 1 hektar (ha) = 100m x 100m, hehehe…

Langkah kemudian adalah menyiapkan bibit. Jenis bibit yang beredar di pasaran sangat banyak. Yang umum dipilih adalah Lonsum dan Marihat. Mendapatkan bibit juga sekarang tidak susah. Banyak pihak perseorangan, koperasi atau badan usaha yang melakukan pembibitan. Kita tinggal membelinya. Harga bibit siap tanam dengan umur +- 18 bulan sekitar Rp. 30 ribu per pokok. Untuk 1 ha kebun sawit di tanah mineral umumnya ditanami 136 pokok.

Langkah selanjutnya adalah perawatan hingga panen. Untuk teknik perawatan, misalnya semprot, pemupukan, dll  banyak bacaan yang bisa dijadikan rekomendasi. Silahkan mencari.

Cara kedua. Kebun plasma adalah kebun yang dikelola oleh badan usaha. Bisa itu perusahaan, koperasi, kelompok tani, dll. Detailnya begini, jika di kampung/desa kita akan dibuat perkebunan plasma kelapa sawit, maka badan usaha tersebut yang mengurus semuanya. Mulai dari ijin usaha sampai panen. Kita hanya menyiapkan tanah kosong yang akan ditanami. Jika kebun tersebut sudah menghasilkan maka kita akan dibagikan hasil sesuai dengan perjanjian awal. Tentu saja hasil ini setelah dikurangi dengan biaya operasional kebun (Pupuk, Panen, Transport, Administrasi, dll). Dana untuk pengelolaan plasma semuanya adalah hasil kredit di bank oleh badan usaha tersebut. Ketika sudah menghasilkan, utang ini akan dicicil ke bank sampai dengan jangka waktu yang disepakati. Selama kredit bank ini belum lunas, hasil bagi hasil yang kita terima dari pengurus badan usaha pun biasanya relatif kecil. Bahkan ada yang kecil sekali. Setelah kredit bank tersebut lunas, barulah hasil yang di dapatkan bisa lebih terasa.

Lantas untuk orang yang tidak punya tanah di desa itu namun mau punya kebun plasma bagaimana ? hehe…

Ya, silahkan mencari kebun-kebun plasma yang mau dijual oleh masyarakat setempat. Banyak sekali sekarang pemilik plasma yang bukan lagi penduduk setempat. Namun jika ingin membeli kebun plasma, harus hati-hati. Dipastikan dengan teliti, badan usaha yang mengelola plasma tersebut, status tanah plasma dari pihak yang menjual. Dan jangan lupa cek juga, berapa hasil yang sudah diterima setiap bulannya. Banyak sekali orang yang tertipu ketika membeli plasma.

Sebagai referensi, kebun plasma di sekitar perkebunan saya bekerja, mempunyai harga sekitar Rp. 150 juta per kapling dengan umur tanaman 10-15 tahun. 1 kapling itu berkisar 1,6 – 1,8 ha.

BERAPA PENGHASILAN YANG BISA DIDAPATKAN ?

Tanaman sawit umumnya dipanen setelah berumur 3 tahun. Semakin tua umur tanaman sawit, maka semakin berat tandan (buah) kepala sawit yang dihasilkan. Berat tandan kelapa sawit bisa mencapai 50 kg per tandan. Ini tergantung juga dengan bibit yang dipilih dan pemupukan yang dilakukan.

02
hasil panen sawit umur 8 tahun

Menurut Balai Penelitian Marihat di Sumatera Utara, panen di tahun pertama berkisar 10-11 ton/ha/tahun dengan rendemen sebesar 16-18%. Selanjutnya, akan meningkat sampai 20-30 ton/ha/tahun dengan rendemen sebesar 23-25% pada umur tanaman 6 tahun dan seterunya.

Dalam 1 kapling (sekitar 2 ha) kebun sawit biasanya di panen sebanyak 2x sebulan. Jika diambil rata-rata produksi adalah 25 ton/ha/tahun setelah diatas umur tanaman 6 tahun, maka per bulannya bisa kita asumsikan produksinya adalah 2,1 ton/ha.

Harga jual TBS (istilah untuk buah sawit), sangat berfluktuasi. Saya mengambil rata-rata adalah sekitar Rp. 1.300/kg. Jadi jika kita memiliki 1 ha kebun sawit, ancer-ancer potensi penghasilan per bulannya adalah Rp. 2,7 Juta. Minggu ini, harga beli TBS oleh Pabrik Kelapa Sawit di sekitar perkebunan sawit tempat saya bekerja adalah Rp. 1.700/Kg. Silahkan dihitung sendiri potensi penghasilannya sebulan.

Jika kita membeli kebun plasma, maka semua hasil akan langsung ditransfer ke rekening yang kita daftarkan oleh badan usaha yang mengurus plasma kita. Setiap panen, akan ada laporan dari pengelola berapa banyak hasil panen kita. Walaupun kapling kita bersebelahan dengan punya orang lain, belum tentu hasil panennya sama.

Tanaman sawit bisa produktif sampai umur 25 tahun. Sehingga selama itu pula, hasilnya akan terus kita dapatkan. Sama seperti bidang usaha yang lain, aset berupa kebun sawit juga sangat gampang di jaminkan ke bank untuk mendapatkan kredit. Kepemilikan lahan sawit kita dapat dibuat sertifikat hak miliknya dengan istilah umum SEGEL. Segel ini yang menjadi jaminan kita ketika akan meminta dana dari bank. Hasil kreditan itu bisa kita gunakan untuk kembali membuka/membeli kebun sawit yang baru. Begitu terus, hingga biasanya petani sawit perseorangan bisa memiliki puluhan bahkan ratusan kebun sawit pribadi. Baik secara plasma ataupun mengelolanya sendiri.

Monggo…. siapa yang tertarik ??

**mau sharing lebih jauh, contact me at : moeh.ramadan@gmail.com

 

4 thoughts on “Belajar Berbisnis Sawit

  1. ayo yg mau lebih produktif usaha sawitnya ,
    belum lengkap kalau belum mempunyai jembatan timbang.
    melayani pembuatan jembatan timbang or weighbrige
    call 087812575858 atau http://www.servistimbangan.co.id
    ready desain 6 meter IWF 400 X IWF 200 max 30/40 Ton ONLY Rp 100 jutaan,
    9 meter IWF 600 x IWF 200 max 60 Ton Only 140 jutaan,
    12 meter IWF 600 x IWF 200 max 60 Ton Only 160 jutaan.
    khusus heavy duty 12 meter IWF 600 x IWF 250 plat 12 mm max 80 Ton 200 jutaan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s