Menguji Emisi Gas Buang Kendaraan Diesel

Untuk menjadi perkebunan kelapa sawit yang lulus standar ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) maka beberapa parameter baku mutu yang ada di perkebunan tersebut harus sesuai dengan yang standar yang ditetapkan. Parameter – parameter ini antara lain : baku mutu air dan baku mutu udara.

Salah satu pengecekan yang wajib dilakukan untuk mengetahui parameter tersebut adalah uji emisi gas buang kendaraan. Untuk di perkebunan, umumnya pengetesan dilakukan pada kendaraan Dump Truck dan kendaraan operasional.

IMG20160525072018
alat uji dimasukkan pada knalpot kendaraan

Untuk kendaraan bermesin diesel atau yang berbahan bakar solar, yang menjadi parameter kelulusan uji emisi adalah nilai Opasitas (kepekatan) asap. Untuk mobil diesel tahun produksi sebelum 1985 nilai opasitas maksimal adalah 50%. Adapun yang diproduksi antara tahun 1986-1996 nilai opasitasnya maksimal 45%. Dan kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1996, nilai opasitas maksimal 40%. 

Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat Autocheck Smoke Analyzer.

IMG20160525072054
Autocheck Smoke Analyzer

Apabila pembacaan nilai opasitas pada alat tersebut kurang dari 40%, maka kendaraan tersebut dinyatakan lulus tes.

IMG20160525072102
pembacaan hasil tes pada alat

Kendaraan yang lulus uji emisi gas buang akan ditempeli sticker sebagai bukti sudah dilakukannya pengecekan.

IMG20160525072202
sticker sebagai bukti lulus uji

Sudah kah kendaraan kita di uji ?

IMG20160525072904
pengujian di perkebunan USTP Group Kalteng

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s