Membangun Dermaga Beton itu mudah kok…..

Membangun Dermaga Beton sederhana dapat kita bagi menjadi 2 bagian utama. Pertama Pondasi, yaitu tiang pancang. Kedua adalah Lantai Dermaga.

Jika kita sudah bisa memetakan seperti ini, sebenarnya membangun dermaga tidak serumit yang dibayangkan. Namun, jika ini adalah pengalaman pertama, maka tentu saja perlu ketelitian, karena pasti banyak sekali kekhawatiran yang muncul.

Dermaga Kayu
dermaga kayu yang rencana diganti menjadi beton

Pengalaman pertama saya membangun dermaga beton terjadi pada pertengahan agustus 2013. Karena lokasi kebun sawit kita waktu itu hanya bisa di jangkau melalui sungai, maka General Manager bersama Manager Civil memutuskan untuk membangun dermaga beton, ukuran 20 x 8 m. Tujuannya agar mempelancar pengiriman dan penerimaan barang yang masuk ke kebun. Seperti : pupuk, sparepart, dll.

Pertama, data awal yang diperlukan adalah kedalaman rencana tiang pancang. Untuk itu kita membutuhkan data kontur tanah dan lapisan tanah. Umumnya menggunakan sondir. Untuk proyek ini kami putuskan menggunakan mini pile 20x20cm, Panjang 18 m. Selain itu, diperlukan juga muka air sungai, baik pada saat pasang, surut dan normal. Hal ini kita gunakan untuk menentukan ketinggian dermaga yang akan dibuat. Jangan sampai terjadi pada saat air pasang besar dermaga yang kita buat terendam air sungai.

Kontur Sungai
peta kontur dasar sungai

Tahap selanjutnya adalah melakukan pemancangan tiang pancang sesuai dengan gambar rencana yang telah dibuat. Perlu diketahui, bahwa tiap pancang umumnya memiliki panjang 6 m per batang. Untuk itu, jika diperlukan lebih dari itu, maka harus dilakukan penyambungan.

Denah Potongan
denah perletakan tiang pancang
Bersama GM
bersama pak sri sampurno (GM) memantau persiapan pemancangan perdana
Pemancangan Perdana
pemancangan perdana tiang pancang

Pemancangan dilakukan sampai tiang pancang mengenai tanah keras. Ada kalanya tiang pancang tidak bisa masuk sampai kedalaman yang direncanakan. Jika setelah ditumbuk beberapa kali, penurunan tiang pancang sudah tidak signifikan lagi maka penumbukan harus dihentikan. Hal tersebut untuk mencegah tiang pancang retak / hancur.

Penyambungan Tiang Pancang
penyambungan tiang pancang

Setelah tiang pancang semuanya telah dipancang sesuai dengan gambar rencana, maka bagian pselanjutnya adalah pembuatan lantai dermaga. Secara umum, pekerjaan ini sama dengan pembuatan lantai di bangunan bertingkat.

Pembesian
pembesian balok dan plat lantai dermaga

Pekerjaan dimulai dengan pembuatan bekisting, pembesian balok dan plat lantai dilanjutkan dengan pengecoran.

Pengecoran
pengecoran lantai dermaga

Jangan lupa dibuatkan juga besi bollard untuk tambatan tali kapal. Kaki bollard harus dimasukkan sampai ke tulangan lantai agar kuat.

Bollard
bollard tambatan tali kapal

Ternyata mudah bukan ?

 

Sandar
merapat di dermaga dengan speed boat perusahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s