Menara Pantau Api

IMG20150817072003
Bersama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran Lahan (KTDKL)

Perkebunan Kelapa Sawit menjadi salah satu sektor yang paling disorot ketika terjadi kebakaran lahan dan kabut asap. Secara pribadi, saya tidak seratus persen setuju dengan hal tersebut. Mungkin lain kali saya bahas dalam tulisan yang berbeda. Namun satu hal mendasar yang dapat saya jadikan alasan, yaitu perusahaan – perusahan sawit dengan skala besar membudgetkan biaya milyaran rupiah untuk mecegah lahan perkebunan mereka tidak kebakaran. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan sawit mempunyai komitmen yang kuat untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan.

Dana ini dialokasikan untuk berbagai hal, yang kesemuannya bertujuan agar perusahaan siap mencegah kebakaran atau memadamkan kebakaran apabila terlanjur terjadi. Berbagai hal tersebut antara lain : Mengadakan mobil tangki air, bahkan ada perusahaan yang membeli mobil pemadam kebakaran (DAMKAR), membuat stop blok / over flow untuk menjaga air tetap tersedia (terutama di lahan gambut, Membuat kolam / waduk penampungan air hingga mendirikan menara pemantau api untuk memantau potensi kebakaran yang bisa terjadi setiap saat.

Stop Blok
Stop Blok Permanen

Menara pemantau api umumnya didirikan pada lokasi yang tinggi. Hal tersebut dimaksudkan agar tinggi menara api bisa direduksi sehingga menekan biaya pembuatan. Tinggi menara api disesuaikan dengan kebutuhan rencana. Umumnya direncanakan dengan tinggi 15 – 20 meter.

Berikut adalah contoh design menara api baja.Menara PantauBerikut adalah tipe-tipe menara api :

  1. Menara Api Pohon

Untuk membuat menara pantau api model ini kita harus menyiapkan/memilih pohon yang besar dan kuat. Rekomendasi saya digunakan pohon dengan dia. > 50 cm. Biasanya pohon tersebut sudah memang disisakan ketika LC (membuka lahan).

Meski mempunyai tingkat kesulitan yg cukup tinggi dalam membuatnya, menara pantau api model ini mempunyai nilai estetika yang sangat tinggi.

menara api
Lokasi : Wilmar Group – SumBar
  1. Menara Api Kayu

Kita bisa mendesign tipe ini sampai ketinggian 15-20 meter. Jaman dulu, ketika ketersediaan kayu masih banyak, banyak kebun sawit atau HTI membuat menara api kayu dengan kayu utuh (tanpa sambungan). Namun saat ini sudah sulit menemukan kayu kuat dengan bentang panjang. Umur menara api kayu tergantung pada kelas kayu nya. Jika menggunakan kayu ulin/besi/belian umurnya bisa mencapai 25 tahun. Jika menggunakan kayu biasa, maksimal kita rencanakan hingga 5 tahun saja.

IMG-20130906-01487
Lokasi : AMS Group – Kalbar
  1. Menara Api Baja

Tidak semua perusahaan memilih baja sebagai bahan utama membuat menara api. Alasannya karena biaya nya yg sangat mahal. Menara api baja 20 meter biaya pembuatannya berkisar 150 – 200 juta (tergantung baja profil yg digunakan).

Baja
Lokasi : Life Agro Kapuas

 

5 thoughts on “Menara Pantau Api

  1. […] Sekali lagi, menurut saya pribadi masih terlalu debatable. Jika kita menyebut “perusahaan” (apalagi perusahaan-perusahaan dengan kategori besar), membuka lahan dengan membakar hutan menurut saya terlalu besar resiko yang dipertaruhkan. Beberapa alasannya pernah saya sampaikan di tulisan ini. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s